Mereka Menakut-nakutimu Kepada Selain-Nya


rasa-takut

Risalah dari Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 27-03-2009

Dengan nama Allah dan segala puji hanya milik Allah semata, selawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti hidayahnya….

Sesungguhnya diantara inti dari hakikat iman yang selalu diajarkan oleh manhaj Islam dan ditanamkan dalam jiwa orang-orang beriman: takut kepada Allah daripada yang lainnya.

~ Takut kepada Allah membentuk perilaku insan yang baik

Sesungguhnya terpatrinya sikap takut kepada Allah dalam hati orang yang beriman, akan mampu memberikan perlindungan diri dari fitnah dunia dan mampu mendisiplinkan perilaku hamba, dan mendisiplinkan ciri-ciri
dan neraca dalam jiwa, ia merupakan asal dari seluruh kebaikan dunia dan akhirat. Sungguh benar ungkapan Ibrahim bin Adham : “Hawa nafsu selalu mengajak pada kejahatan, dan takut kepada Allah akan mengobati, dan ketahuilah bahwa apa yang dapat menghilangkan dari hatimu atas hawa nafsumu: jika Anda takut Zat yang Anda ketahui pasti melihatmu”.

Dan dalam hal ini pula, Wol Dyorant pengarang buku (kisah peradaban) berkata: “Suatu umat tidak akan maju kecuali dengan agama; yaitu takut kepada Allah yang Maha Melihat segala sesuatu dan Berkuasa atas segala sesuatu, dan  rasa takut adalah satu-satunya yang mampu mendisiplinkan diri dan menahan perseteruan personal yang terwujud dalam keinginan diri manusia, sementara agama adalah sarana lahirnya peradaban dan hilangnya agama menjadi sinyal kematiannya”.

Ungkapan diatas memang benar, tanpa ada rasa takut kepada Allah tidak akan memberikan kebaikan dalam hati dan jiwa, tidak akan mampu memperbaiki kehidupan, tidak akan mampu mengubat jiwa, tidak akan mampu mendisiplinkan akhlaq, serta tidak akan mampu menahan jiwa manusia dari melakukan perbuatan yang diharamkan, seperti zina, penyelewangan, kezaliman, permusuhan dan perkauman… dan tidak adanya takut kepada Allah, tidak akan mampu menenangkan jiwa dari gelojak syahwat dan kegilaan tamak. Dan tidak adanya rasa takut kepada Allah dan tidak gentar akan pembalasan-Nya, akan memeberi kesan pada mudahnya seseorang melakukan pelanggaran dan pengkhianatan. Ilmu adalah puncak atas segala apa yang kita ketahui dan rasa takut adalah buah dari ilmu pengetahuan, namun ketahuilah bahwa rasa takut harus muncul atas apa yang tersembunyi dalam jiwa.

Bahwa apa yang seharusnya untuk tidak dilupakan oleh para ahli adalah bahwa para pemimpin yang tidak memiliki dan tidak menyadari rasa takut kepada Allah yang terpatri dalam hati dan jiwanya akan mudah melakukan tindak korupsi, melakukan kezaliman, mencuri, monopoli, merampas dan melakukan penghancuran terhadap negeri dan pembunuhan terhadap manusia. Dan tidaklah Yusuf terhalang dirinya dari terjerumus pada perbuatan jahat kecuali karena takut kepada Allah, sehingga beliau pun berkata kepada wanita bangsawan yang ada dihadapannya:

مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung”. (Yusuf:23)

Kita semua ingat akan kisah Umar bin Al-Khattab dengan wanita muda yang menolak mentaati ibunya yang menyuruhnya untuk berlaku curang; dengan anggapan bahwa Umar tidak melihat perbuatan tersebut, dan wanita itu berkata kepada ibunya: Wahai ibu.. dimanakah Allah?! Demi Allah saya tidak akan hanya mentaatinya saat keramaian, namun bermaksiat saat sepi.

Jika rasa takut telah hilang dalam diri seseorang maka ia akan mudah berubah menjadi liar dan keji, tidak pernah merasa takut terhadap kejahatan yang dilakukan, bahkan kekuatan dan kekuasaan yang ada di genggamannya akan menjadi bencana bagi dirinya dan dunia secara keseluruhan; jika dipergunakan untuk melakukan tindakan kezaliman dan menguasai serta merampas suatu negeri dan harta orang lain, memusuhi dan memerangi kehormatan umat, mengingkari hak-haknya, dan sombong atas mereka.

mahdi-akif

~ Rasa Takut kepada Allah akan memperteguh hati dan memerdekakan jiwa dari rasa takut kepada makhluk lain

Al-Muhasibi berkata: “Ketika kebesaran Allah merasuk dalam hati dan dada para wali Allah, maka mereka tidak akan merasa takut kepada yang lainnya; dirinya merasa malu dihadapan Allah jika masih merasa takut kepada yang lainnya”, para ahli bijak juga berkata: “Bahwa diantara tanda-tanda rasa takut manusia kepada Allah adalah dirinya merasa tenang dan aman dari rasa takut kepada yang lainnya selain takut kepada Tuhannya”.

Ini adalah suatu kebenaran yang hakiki, karena itu, orang yang memiliki perasaan takut kepada Allah akan mampu memerdekakan hati dan jiwanya dari rasa takut kepada selain Allah, dan dapat meneguhkan orang yang beriman pada saat melakukan peperangan antara yang hak dan batil, antara kebaikan dan kejahatan dan memiliki keyakinan bahwa segala perkara seluruhnya berada di tangan Allah. Apa yang mampu meneguhkan keimanan dalam diri manusia sekalipun berbagai peristiwa terjadi dan perubahan yang menimpanya kecuali keinginannya untuk mendapatkan ganjaran Allah, rasa takut dan gentar terhadap apa yang dipersiapkan oleh Allah akan azab bagi siapa yang menentang perintah-Nya dan bermaksiat kepada-Nya?!

Perasaan takut kepada Allah akan mampu membuat pelakunya untuk selalu taat dan berlaku baik sekalipun di dalamnya terdapat banyak rintangan dan halangan.

Demikian sikap seorang mujahid yang terjun dalam perang; dirinya tidak hadir dalam perang sementara jiwanya yakin, bahwa dirinya keluar bukan dalam rangka wisata dan melancong, namun sadar bahwa dirinya sedang pergi ke medan perang, dengan berkeyakinan bahwa syahadahnya dan pengorbanannya jika bersabar berharap diterima dan bukan direkayasa, dan selalu memohon kepada Allah dapat masuk kedalam surga dengan rahmat Allah dan karunia-Nya.

Dan tidaklah seseorang takut kepada selain Allah kecuali karena hatinya telah terjangkit penyakit. Suatu kali seseorang datang mengadu kepada Ahmad bin Hanbal tentang rasa takut dirinya kepada sebagian pemimpin, maka beliau berkata: “Jika Anda benar, maka pada hakikatnya Anda juga takut kepada siapa pun; maksudnya penyebab ketakutan Anda adalah hati yang tidak bersih”.

~Karena itu janganlah takut kepada mereka namun takutlah kepada-ku jika kalian benar-benar beriman

Karena itulah nabi saw dan orang-orang yang beriman bersamanya sama sekali tidak pernah takut dan tidak pernah gentar terhadap berbagai ancaman Quraisy setelah berakhir dari perang Uhud. Para ulama sirah menceritakan bahwa Abu Sufyan dan sekelompok Quraisy ingin memasukkan perasaan takut dan gentar ke dalam hati dan jiwa umat Islam saat itu, dan mereka berkata kepada sekelompok orang dari Abdul Qais, pergilah kalian kepada nabi saw:

“إِذَا وَافَيْتُمُوهُ فَأَخْبِرُوهُ أَنّا قَدْ أَجْمَعْنَا السّيْرَ إلَيْهِ وَإِلَى أَصْحَابِهِ؛ لِنَسْتَأْصِلَ بَقِيّتَهُمْ، فَمَرّ الرّكْبُ بِرَسُولِ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَهُوَ بِحَمْرَاءِ الأَسَدِ، فَأَخْبَرُوهُ بِاَلّذِي قَالَ أَبُو سُفْيَانَ، فَقَالَ:”حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ”

“Jika kalian menjumpai mereka maka sampaikanlah kepadanya bahwa kami telah mengumpulkan pasukan untuknya dan para sahabatnya; guna menghancurkan dan menghabiskan orang-orang yang tersisa dari kalian, maka kelompok itupun berjalan menuju Rasulullah saw yang saat itu berada di Hamra Al-Asad, maka mereka pun menyampaikan pesan Abu Sufyan, kemudian nabi bersabda: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”.

Dalam shahih imam Bukhari dari Ibnu Abbas berkata: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”. Ungkapan ini disampaikan ketika Nabi Ibrahim akan dilemparkan ke api, dan juga diungkapkan oleh nabi Muhammad saw ketika sekelompok manusia menyampaikan kepadanya bahwa sekelompok manusia telah berkumpul menuju kalian karena itu takutlah kepada mereka, maka bertambahlah keimanan mereka sambil berkata: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”.

~Cukuplah pelajaran bagi umat Islam sebagai pelajaran yang hidup dan selalu baru,

melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang kekal dapat kita jumpai:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ* فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ* إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (Ali Imran:173-175)

pp00427

~Syaitan selalu menakut-nakuti wali Allah

Makna ungkapan di atas: Bahwa syaitan selalu menakut-nakuti para pemimpin dan pengikut yang munafik untuk berhenti memerangi orang-orang musyrik, atau bermakna: bahwa syaitan selalu menakut-nakuti para pengikutnya yang taat kepadanya dan mempengaruhi perintahnya, adapun wali Allah adalah mereka tidak pernah akan takut kepada syaitan jika ditakut-takuti dan tidak mau tunduk akan segala perintahnya, atau bermakna: Bahwa syaitan selalu menakut-nakuti orang-orang yang beriman dari para pengikutnya yang kufur dan sesat.  Syaitan selalu membesar-besarkan posisi pengikutnya, menampakkan dengan bentuk kekuatan dan kemampuan, memasukkan ke dalam setiap jiwa bahwa mereka memiliki kekuatan yang besar dan tak terkalahkan, memiliki sumber kemanfaatan dan bala. Hal demikian dilakukan untuk mewujudkan kejahatan dan kerusakan di muka bumi, membuat perasaan selalu diawasi dan diintai dan perasaan gentar di hati, hingga terdapat perasaan bahwa mereka tidak akan sanggup berhadapan dan melawan mereka, tidak akan mampu menyuarakan pengingkaran di hadapan mereka, dan juga tidak akan terpikir oleh setiap orang untuk menghadapinya atau menolak akan kejahatan dan kerusakan yang dilakukan.

Itulah peran terbesar yang dilakukan oleh Zionis dalam mewujudkan misi yang hina yang terdapat dalam protokoler kelima Zionis; yang bertindak dalam rangka proses penghinaan, pelecehan dan menakut-nakuti, memukul dan menghancurkan imunitas umat, melemahkan potensi jiwa dan menebarkan kekalahan dalam barisannya.

Di bawah tirai menakut-nakuti dan membuat gentar, dan di bawah naungan teror dan jahat pada pengikut syaitan melakukan apa yang diinginkan oleh pemimpinnya! Menggali nilai-nilai, membuat takut orang yang merasakan keamanan, menebarkan kerusakan, kebatilan dan kesesatan, membelenggu suara kebenaran, petunjuk dan keadilan, menjadikan diri sebagai tuhan-tuhan mereka di muka bumi ini, melindungi kejahatan dan memerangi kebaikan, tanpa ada seorang pun yang berani menentang dan melawan mereka, bahkan tidak ada yang berani mengungkap kebatilan yang mereka lancarkan dan tebarkan serta takut menampakkan kebenaran yang berusaha mereka pupus dan matikan.

Dari sini Allah memperkenalkan hakikat orang-orang yang beriman yang sebenarnya yaitu mereka tidak pernah gentar dan tidak takut kepada para pengikut syaitan; karena mereka lebih lemah dihadapan orang-orang beriman yang selalu takut dan tunduk kepada Allah serta bersandar pada kekuatan-Nya, Allah berfirman:

فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (Ali Imran:175)

Maksudnya adalah jika mereka dan syaitan melalui mereka atau dari mereka menakut-nakuti kalian maka bertawakal (serahkanlah) kepada-Ku dan kembalikanlah semuanya kepada-Ku, karena Aku mampu mencukupkan kalian dan menolong kalian, maksudnya adalah bahwa iman dapat memberikan pengaruh perasaan takut kepada Allah daripada takut kepada manusia.

Bahwa satu-satunya kekuatan yang harus ditakuti adalah kekuatan Allah yang memiliki manfaat dan mudarat… yaitu kekuasaan Allah, sebagai kekuatan yang harus ditakuti oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, dan ketika perasaan takut hanya kepada Allah telah terpatri ke dalam jiwa maka ia tidak akan pernah merasa takut terhadap berbagai kekuatan yang ada di muka bumi ini, tidak kepada kekuatan syaitan dan para pengikutnya.

Makna inilah juga yang sering diulang-ulang oleh Allah dalam ayat Al-Quran guna membimbing orang-orang yang beriman, Allah berfirman:

وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

“Dan hanya kepada-Ku lah hendaknya kalian takut”. (Al-Baqarah:2),

dan firman Allah:

فَلاَ تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ

“Karena itu janganlah takut kepada mereka namun takutlah hanya kepada-Ku saja”. (Al-Maidah:44)

dan firman Allah:

أَلاَ تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), Padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka Padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (At-Taubah:13)

Dengan ruh inilah umat Islam dapat bangkit mengusung peradaban yang agung dan mulia, menegakkan khilafah yang membawa petunjuk sehingga mampu mengisi dunia dengan keadilan, membersihkan muka bumi ini dari kejahatan yang telah merajalela, dan dari para pengikut syaitan yang berusaha menghalangi laju kebenaran dari kehidupan ini.

Disebutkan oleh para sejarawan bahwa seseorang dari Romawi Arab berkata kepada Khalid bin Al-Walid ketika sampai ke kota Syam untuk membantu tentara Al-Yarmuk: “begitu banyaknya tentara Romawi dan sedikitnya pasukan umat Islam! Maka Khalid berkata: “Celaka kamu…! Apakah engkau akan menakut-nakuti dengan tentara Romawi! Betapa sedikit pasukan Romawi dan betapa banyak pasukan umat Islam! Bahwa sesungguhnya pasukan telah banyak mendapatkan kemenangan dan sangat sedikit kekalahannya; bukan karena jumlah pasukan, demi Allah saya berharap bahwa al-asyqar (kuda tunggangannya) bebas dari kelaparan, dan mereka lemah dalam jumlah –bahwa kuda telah berhenti dari perjalanannya dan mengadukan kedatangannya dari Iraq- maka Allah pun mengalahkan mereka melalui tangannya.

~Dan mereka akan terus menakut-nakutimu kepada selain-Nya

Dan syaitan dan para pengikutnya dari kalangan orang-orang munafik akan terus menakut-nakuti orang-orang beriman kepada para pembawa kesesatan, karena itu pada tingkat lokal dan regional mereka berusaha menguasai seluruh sarana informasi dan komunikasi modern dalam rangka menyebarkan spirit kekalahan dalam tubuh umat dan para pemudanya.

Adapun pada tingkat dunia Islam dan Arab.. kita melihat di hadapan kita bahwa saat ini kita berada pada era milik Amerika dan kekuatan Amerika dan Barat yang besar, dan mereka menyeru kepada kita untuk menyerah saja dihadapan nilai-nilai kebatilan mereka, menyerahkan kepemimpinan tertinggi kepada mereka, padahal pada saat bersama, mereka sedang mengalami akan krisis ekonomi global yang melanda dunia oleh karena kezhaliman, riba dan korupsi (kejahatan), yang di dalamnya pula menyebarkan pasukan yang keji untuk melakukan serangan demi serangan kepada para mujahidin yang tegar di Iraq dan Afghanistan. Dan pada saat dicari di dalamnya kekuatan untuk keluar dari krisis yang dibuat oleh kebijakan moneter yang rusak, mengiringi pengakuan manajemen barat dan Amerika yang datang terus menerus dengan kegagalannya dan ketidakmampuannya untuk menguasai perang dalam menghadapi pasukan pembawa kebenaran yang tidak pernah takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah; kami melihat dari sebagian para penulis yang mengklaim sebagai pembawa kebudayaan dan pencerahan selalu menyeru dan mengajak umat untuk tunduk kepada musuh dan menyerah dengan mengakui kekalahan serta meleburkan diri dengan nilai-nilai yang rusak yang telah mereka tebarkan. Kami katakan kepada mereka apa yang telah disampaikan oleh Allah tentang orang-orang yang berusaha menakut-nakuti orang-orang beriman:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ* وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? dan siapa yang disesatkan Allah Maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. Dan Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? (Az-Zumar:36-37)

eldurohAdapun pada tingkat  qadhiyah umat, qadhiyah Palestina.. kita melihat bahwa di antara umat kita dari bangsa Arab dan Palestina ada yang menganggap secara kawasan mereka sahaja, dan tidak hanya cukup pada menjauhkan diri dari hak-hak bangsa Arab dan Palestina yang asli dan membela para mujahidin, namun mereka juga menyeru kepada umat dan para mujahidin untuk meletakkan senjata dan menyerah kepada  Zionis dengan apa yang ada di tangannya,  rela dengan perpecahan yang apa yang telah dianugerahkan kepada kita untuknya, dan menganggap bahwa perlawanan terhadap musuh adalah tindakan sia-sia, mereka menutup kedua matanya akan kemenangan yang menakjubkan yang telah dicapai oleh para mujahidin yang tidak takut kecuali kepada Allah dan takut karena  celaan orang-orang yang suka mencela, tidak gentar terhadap kekuatan yang dimiliki oleh musuh dan pasukan yang besar yang –katanya- tidak terkalahkan.

Jika mereka menakut-nakuti kita dengan kekuatan musuh dan memerangi pasukan kita, wanita-wanita, negeri-negeri dan rumah-rumah kita.

Jika merasa heran, maka yang harus lebih heran lagi adalah orang-orang yang hina dan  Yahudi; yang meminta kepada pasukan perlawanan dan jihad di Palestina untuk memberikan kesempatan dan rela dengan apa yang dilakukan oleh penjahat perang Ehud Olmert terkait dengan tawanan Shalit, sebelum datang penjenayah perang lainnya Netanyahu yang menakut-nakuti bahwa hal tersebut tidak akan berlanjut (!) dalam perundingan dan tidak akan melakukan apa yang telah dilakukan oleh pendahulunya terkait dengan kejahatan!

Sementara itu para cendekiawan apa yang mungkin dilakukan oleh Netanyahu dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Olmert?! Musuh tetap musuh!! Dan pasukan yang kalah sejatinya adalah pasukan yang dicucuk hidungnya untuk melawan brigade mujahidin di bumi Gaza, dan sebelumnya menyerang Selatan Lebanon! Dan semuanya memberikan kabar gembira akan dekatnya kehancuran entitas yang hina ini dengan izin Allah.

Adapun pada fikrah dan ideologi, dengan meluasnya ruang lingkup Islam… kami melihat bahwa perang yang brutal yang dilakukan musuh untuk menghadang ideologi Islam dan para duatnya, yang tidak ada kesempatan bagi para pemerintah selain mempersempit gerak mereka dan dakwah yang diserukan oleh mereka, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara dan menjadikannya sebagai tahanan, mengehadkan kehidupan mereka, menggunakan slogan keamanan untuk menghadang mereka, yang mana pada waktu yang bersamaan gerakan keamanan sia-sia dengan penggunaan bahan kimia terlarang, narkoba, tindakan kriminal, dan kejahatan ekonomi, dan memberikan lampu kepada para penjenayah untuk terus melakukan kejahatannya dan tindak penghancuran.

Jika gerakan/bantuan yang disebut dengan keamanan negara tugasnya adalah menjaga keamanan bangsa; maka hakikatnya adalah gerakan keamanan tersebut telah menjadi alat untuk menjatuhkan tuduhan kepada orang-orang yang terhormat dan tidak berdosa, sebagai alat untuk menghalang kehendak dan kerja warga yang ikhlas untuk membangun bangsa, dan sebagai sarana untuk menekan orang-orang yang jujur dan ikhlas dalam bekerja, dan apa yang dilakukan oleh orang yang memiliki kemerdekaan di negeri yang berharga dari apa yang dilakukan oleh gerakan keamanan melakukan tuduhan atas orang-orang yang mulia dan terhormat dengan bantuan saudara-saudara dan konco2 mereka di Palestina, dan berusaha mencegah umat dari mengungkapkan sokongannya atas orang-orang yang sedang terkurung dan terpenjara di Gaza, bahkan mereka berusaha untuk menimpakan mereka pada permasalahan yang sepele dan palsu, guna menakut-nakuti umat dari melakukan pembelaan terhadap qadhaya Palestina.. qadhiyah Arab dan Islam.
Kami sampaikan kepada mereka yang menakut-nakuti:


أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ* وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ
“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? dan siapa yang disesatkan Allah Maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. Dan Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?” (Az-Zumar:36-37)

yassin-003

Selamat untuk Ummu Al-Fahm
Ummu  Al-Fahm adalah sebuah kota Arab yang asli, mengalir di dalamnya darah kemuliaan dan kehormatan, tidak pernah gentar atas berbagai serangan Zionis apartheid dan bar-bar yang berusaha menghancurkan kota tersebut dan mengusir penduduk aslinya, namun mereka tidak gentar dan tetap mempertahankan hak mereka, kemudian harakah Islam yang dipimpin oleh Syeikh Raid Shalah dan Ikhwannya memandu  rakyat warga Al-Fahm untuk menghadapi dan melawan agresi yang keji dan brutal ini, tidak merasa takut dan tidak merasa gentar; sehingga mereka memaksa kelompok penjahat dan kekuatan yang melindungi mereka untuk lari tunggang langgang, karena itu mereka berhak mendapatkan penghargaan, penghormatan dan sandaran, karena yang demikian adalah sinyal bahwa kemenangan semakin dekat, insya Allah.

Terakhir kami sampaikan.. bahwa Ikhwanul Muslimin mengajak kepada para penguasa dan pejabat untuk muhasabah diri dan mengulang kaji kebijakannya, tidak  takut kepada siapapun kecuali kepada Allah yang Maha Kuat dan Maha Pemaksa, dan membebaskan diri dari rasa takut terhadap para wali syaitan di dunia ini, memilih jalan kebenaran dan keadilan serta berinteraksi dengan baik bersama bangsa, menegakkan nilai-nilai Islam dan keimanan yang dapat mewujudkan kekuatan, kemuliaan dan kepemimpinan di dunia, serta kebahagiaan dan kenikmatan di hari pembalasan.
Sebagai kami menyeru kepada Ikhwanul Muslimin dan seluruh umat Islam di berbagai tempat untuk selalu merasa diawasi oleh Allah, mengutamakan rasa takut kepada-Nya daripada yang lainnya, merasa diawasi pada saat sepi dan ramai, terbebas dari berbagai bentuk rasa takut kepada makhluk, dan menoleh kepada projek Islam dan manhaj Islam yang tidak ada jalan lain untuk menuju kekuatan dan kemuliaan umat kecuali dengan berpegang teguh dengannya dan berinteraksi dengan sungguh-sungguh dan positif dengannya, menanti hari kemenangan, dan hal tersebut tidaklah jauh bagi kita… Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah.

Sealawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabatnya.. dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.

rujukan:

Ikhwan online.

Al-Ikhwan,net

Advertisements

3 comments on “Mereka Menakut-nakutimu Kepada Selain-Nya

  1. ummu suhaib berkata:

    Semuga taqwa sentiasa menjadi pakaianmu n me yang x akan di gantikan dengan yng lain,melainkan yng di gilapkan!…

  2. suhailsufian berkata:

    insya’allah Mama. Mama jgn lupa doakan kami disini!!

  3. cendawankulat berkata:

    Allah Azdhim..Akhi,artikel yang membuatkan saya benar2 tersentak seketika memuhasabah diri…Sungguh kerdil diri ini..

    “Inni Akhafullaha Rabbal ‘Alamin”…

    Dari Akh Fauzee Tanta. http://www.cendawankulat.wordpress.com

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s